Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Desember 2015

Penjelasan Jembatan Sungai Diatas Sungai

Penjelasan Jembatan Sungai Diatas Sungai - Jembatan adalah salah satu alat transportasi yang digunakan untuk melewati aliran air sungai, dan lainnya. Jembatan biasanya digunakan oleh manusia dan itu sangat wajar, tapi tidak di Jerman. Jembatan di negara ini dirancang dan dibangun khusus untuk mengalirkan air kanal untuk melintasi sungai lain di bawahnya. Sangat aneh dan unik sekali, karena ada sungai yang menglir dan dibawah sungai ada sungai lagi yang mengalir, yahh sangat membingungkan ada sungai diatas sungai.
Jembatan Sungai Diatas Sungai
Jembatan air ini bernama Magdeburg Water Bridge, bahkan jembatan air ini adalah rekor jembatan terpanjang di dunia. Magdeburg Water Bridge didesain khusus supaya bisa dilewati oleh kapal yang menghubungkan kanal Elbe Havel ke kanal Mittelland. Jembatan Magdeburg Water Bridge juga dikenal sebagai salah satu simbol persatuan negara Jerman yaitu antara Jerman Barat dan Jerman Timur pasca berakhirnya perang dunia 2. Letak dari jembatan ini berada persis diatas sungai Elbe.

Awalnya jembatan Magdeburg Water Bridge ini pertama kali dibangun pada tahun tahun 1930. Tetapi pembangunan jembatan ini terhenti karena adanya Perang Dunia ke-2. Dan  kemudian Jerman juga terpisah menjadi 2 negara yang berbeda yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur. Sehingga Pembangunann jembatan pun tidak dapat diseleseaikan dan terhenti ditengah jalan. Di tahun 1997 pembangunan jembatan berhasil dilanjutkan kembali. Sehingga jembatan ini  dapat beroperasi dan sudah diresmikan pada tahun 2003.

Jembatan ini memiliki tujuan atau fungsi dan fungsi utama dari jembatan Magdeburg Water Bridge ini adalah sebagai jalan dan sarana transportasi bagi kapal saat membawa berbagai barang dari daerah timur ke bagian barat negara Jerman. Dengan lebar 35 meter dan kedalaman 4,5 meter membuat jembatan air Magdeburg dapat dilintasi kapal. Ya, berbagai kapal-kapal bermuatan besar kerap terlihat melintasi jembatan ini.

Penjelasan Ilmiah Perjalanan Pulang Selalu Terasa Lebih Cepat daripada Saat Berangkat

Penjelasan Ilmiah Perjalanan Pulang Selalu Terasa Lebih Cepat daripada Saat Berangkat - Buat kamu yang punya hobi traveling dan suka mengunjungi tempat-tempat baru, pernah tidak merasakan kalau perjalanan pulang terasa lebih cepat daripada saat pergi atau berangkat? Padahal rute dan jarak yang ditempuh sama. Tentunya hampir semua orang pernah merasakannya. Sehingga seringkali kita bertanya-tanya mengapa ini bisa terjadi?

Pertanyaan inilah yang akhirnya membuat para peneliti mencoba mencari sebuah penjelasan kenapa hal ini bisa terjadi.
Gambar Ilustrasi 
Dalam sebuah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh PLoS ONE, gagasan tentang efek ini muncul dan para peneliti sepakat untuk menyebutnya sebagai fenomena 'Return Trip Effect'. Faktanya, walau terasa lebih cepat perjalanan pulang sebenarnya tidak benar-benar lebih cepat daripada perjalanan pergi. Itu semua hanya persepsi yang muncul di otak kita.

Lewat sejumlah eksperimen, para peneliti mengungkapkan bahwa saat perjalanan pergi otak kita cenderung lebih fokus terhadap rute dan objek asing yang kita jumpai selama perjalanan. Saat otak sedang fokus terhadap hal-hal baru itulah yang kemudian membuat persepsi otak terhadap waktu juga terasa lebih lama.

Sedangkan saat perjalanan pulang, jika melewati rute yang sama, otak kita sudah lebih familiar terhadap rute dan objek yang dijumpai. Ini membuat otak tidak perlu lagi bekerja keras untuk fokus. Sehingga persepsi otak terhadap waktu juga akan terasa lebih cepat.

Para peneliti juga mengungkapkan jika fenomena ini lebih sering terjadi ketika seseorang bepergian ke tempat baru yang belum pernah dikunjungi. Karena otak akan lebih fokus mengamati hal-hal asing yang belum pernah dijumpai. Sedangkan ditempat yang sudah sering kita kunjungi, fenomena ini lebih jarang terjadi.

Itulah penjelasan ilmiah lewat sejumlah eksperimen untuk mengungkap misteri kenapa perjalanan pulang terasa lebih cepat daripada saat pergi atau berangkat. Dengan penjelasan ini, tentunya pertanyaan kita sudah terjawab dan kita tidak perlu lagi menganggap ini suatu hal yang aneh. Semoga informasi ini dapat menambah ilmu dan wawasan kita.

Sumber : Brilio

Penjelasan Danau / Laut Mati Sebagai Bukti Akan Azab Kaum Nabi Luth

Penjelasan Danau / Laut Mati Sebagai Bukti Akan Azab Kaum Nabi Luth - Danau berbeda dengan laut, karena danau berada di daratan sementara laut di perairan. Tetapi tidak bagi danau ini, danau ini terkenal sebagai danau asin dengan luasan nya yang mencapai 76 Km panjangnya dan memiliki lebar 16 Km dan kemudian danau ini dikenal sebagai laut. Laut ini berada pada 420 meter di bawah permukaan laut yang merupakan daerah terendah di permukaan bumi.
Gambar Ilustrasi : Danau / Laut Mati Sebagai Bukti Akan Azab Kaum Nabi Luth
Laut yang berada diantara wilayah Jordania dan Israel disebut sebagai Laut Mati. Menariknya laut ini sangat asin dari laut biasanya, karena terdapat kadar garam yang sangat tinggi. Kadar garam di laut mati ini mencapai 31.5 % yang berarti 9 kali lipat dari kadar garam laut normal yang sekitar 3,5 %.

Dengan kadar garam yang sangat tinggi, dan tidak normal sehingga membuat semua benda bisa terapung dan tidak tenggelam, kecuali batu. Bahkan manusia tidak perlu bersusah payah berenang agar dapat mengapung, karena saat berada di laut mati tubuh manusia akan dapat mengapung dengan sendirinya, sangat ajaib.

Harus kamu ketahui bahwa salah satu cerita mengenai asal muasal laut ini adalah cerita mengenai kaum Nabi Luth, yang bercerita tentang bagaimana hancurnya moral manusia pada masa itu yaitu dengan melakukan hubungan seksual sesama jenis. Dalam berbagai penelitian yang dilakukan, peristiwa atau lokasi kejadian diazabnya umat Luth AS ini adalah di Kota Sodom, di daerah yang sekarang dikenal dengan nama Laut Mati atau di danau Luth yang terletak di perbatasan antara Israel dan Yordania.
Gambar Ilustrasi
Keberadaan umat Nabi Luth di sekitar laut mati ini diperkuat dengan ulasan National Geographic edisi Desember 1957. ''Gunung Sodom, tanah gersang dan tandus muncul secara tajam di atas Laut Mati. Belum pernah seorang pun menemukan Kota Sodom dan Gomorah yang dihancurkan, namum para akademisi percaya bahwa mereka berada di Lembah Siddim yang melintang dari tebing terjal ini. Kemungkinan air bah dari Laut Mati menelan mereka setelah gempa bumi.''terlepas dari cerita itu semua laut mati ini memiliki cerita lain dari segi ilmiah yaitu mengenai kadar garam nya yang tinggi.

Terjadi penurunan debit air di laut ini yang mencapai 1 meter tiap tahun nya dikarenakan jumlah air yang masuk dari sungai jordan banyak di pakai untuk keperluan irigasi sehingga pasokan ke laut ini menjadi berkurang dan penguapan nya sangat tinggi, inilah yang menyebabkan mengapa laut ini menjadi asin. Tak ada ikan yang hidup di situ, dan air laut mati bila terkena mata akan sangat perih.

Bahkan lumpur laut yang ada di laut ini memiliki khasiat tersendiri bagi kaum wanita khususnya sebagai penghalus kulit. Selain kandungan garam yang amat sangat tinggi, air Laut Mati juga banyak mengandung kalium, magnesium, dan bromium, mungkin karena itulah lumpur laut mati ini dianggap sangat berkhasiat.

Israel, Palestina dan jordania sepakat untuk menyelamatkan laut mati ini karena dampak bila terjadi kerusakan pada ekosistem laut mati ini akan sangat buruk bagi kawasan tersebut, tindakan penyelamatan antara lain menyuplai air dari laut merah ke laut mati dengan membuat kanal kanal untuk menghubungkan kedua laut tersebut yang jaraknya sekitar 200 Km.